Coto Makassar, Kuliner Non Kolesterol di Pekanbaru
Editor : RUDI | Penulis: rima

ekonomi | 14 Desember 2020 | Dilihat : 281


PEKANBARU, RIDRNEWS.COM - Indonesia merupakan surga nya kuliner dunia. Mengapa tidak. Sebab, seluruh daerah di Indonesia memiliki santapan khas dengan cita rasa masing-masing. Tidak terkecuali daerah Sulawesi Selatan. Salah satu yang terkenal dari Tanah Sultan Hasanuddin itu adalah Coto Makassar.

Bagi warga Kota Pekanbaru yang ingin menikmati Coto Makassar dan makanan khas Sulawesi Selatan, tak perlu jauh-jauh pergi ke Makassar sana. Sebab, kuliner khas Sulawesi Selatan sudah ada di Pekanbaru, tempatnya di samping rumah sakit Syafira, Jalan Jend Sudirman, Pekanbaru.

Coto Makassar satu ini asli diracik oleh orang asli Makassar bernama Daeng Gassing yang sekaligus pemilik. Hebatnya lagi, Coto Makassar produk Daeng Gassing non kolesterol. Jadi, bagi anda penggemar kuliner khas Sulawesi Selatan (berusia 40 tahun keatas) takut kolesterol, jangan khawatir. Sebab, Coto Makassar satu ini non kolesterol. Sebab daging sebagai bahan utamanya sudah diolah sedemikian rupa, juga tanpa santan. Jadi, Coto Makassar satu ini betul-betul non kolesterol.

Selain Coto Makassar, juga ada Pallu Basah, Konro Bakar, Sop Saudara, Sop Konro, Bandeng bakar, Bandeng goreng, kue barong, sop ikan bakar, dan ayam goreng Makassar.

Daeng sendiri mulai menekuni bisnis kuliner khas kampungnya sejak berusia 18 tahun. Sebelum di Pekanbaru, lelaki ini sudah melalang buana ke berbagai kota di Indonesia membuka Coto Makassar. Di Pekanbaru, Daeng mulai membuka Coto Makassar tahun 2006 dengan gerobak di depan Metro Plaza, Jalan Harapan Raya.

"Paling favorit disini Coto Makassar. Ini merupakan menu yang paling banyak dicari," kata Daeng.  

Salah satu keunggulan Coto Makassar ini, lanjut Daeng merupakan masakan tanpa santan. Meskipun berkuah dengan warna menyerupai santan, kuahnya berasal dari paduan kacang. Untuk kuahnya, dilakukan dua kali perebusan. Kuah pertama dibuang, sementara kuah rebusan kedua yang digunakan dan dicampur bumbu.

Untuk teman makan, Coto Makassar dinikmati bersama ketupat. Satu menu disajikan bersama jeruk nipis. Sementara untuk pengatur rasa pedas ataupun manis, bisa diatur sendiri.

"Masakan khas Makassar ini tanpa santan. Dagingnya pun dimasak dua kali. Untuk rebusan pertama airnya dibuang. Jadi yang digunakan air kedua. Tidak heran kalangan orang tua umur diatas 40 tahunan suka makan ke sini ," kata pria kelahiran Makassar itu.

Selain itu ada juga minuman andalan, es pallu butung, es pisang ijo, es teller Makassar dan aneka juice

Fasilitas di Coto Makassar ini ada ruang meter ukuran 5x4 meter, mushalla, parkir luas, jam operasional mulai 09.00 WIB - 22.00 Wib.

Daeng Gassing juga menerima pesanan berupa catering minimal 50 porsi. Harga sangat terjangkau dan memuaskan.

Artikel Kanan
Artikel Kanan