Bina Marga Meranti Selesaikan Ratusan Jalan dan Jembatan di 2020
Editor : delvia | Penulis: Juna

meranti | 04 Januari 2021 | Dilihat : 188


MERANTI, RIDARNEWS.COM - Tampaknya swakelola menjadi primadona tersendiri bagi Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kepulauan Meranti. Dengan metode tersebut, ratusan jalan dan jembatan selesai dibangun dan diperbaiki.

Akses yang mudah dan terhubung ke seluruh wilayah tentu akan berdampak ke seluruh sektor, salahsatunya pada sektor perekonomian masyarakat. Untuk itu, pembangunan jalan dan jembatan menjadi atensi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti.

Pembangunan sejumlah akses jalan di Kepulauan Meranti memang gencar dilakukan. Selain membangun jalan-jalan baru, pemeliharaan jalan dan jembatan juga terus berlanjut.

Seperti yang disampaikan oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko, ratusan jalan dan jembatan di Tahun 2020 selesai dibangun dan direhab.

"Metode swakelola itu sudah ada sejak dulu dan masih kita terapkan hingga sekarang. Kita usahakan juga bagaimana dengan metode ini pembangunan jalan dan jembatan benar-benar terlaksana dengan baik," katanya, Senin (4/1/2021).

Tingkat efisiensi dan efektivitasnya pun tak diragukan. Fajar mengaku, akses yang dibangun melalui metode tersebut memiliki ketahanan jangka panjang.

"Kita berani jamin, ketahanannya mencapai 10 hingga belasan tahun. Biaya pengerjaan pun lebih efisien," akunya.

Kinerja Bina Marga memang perlu diapresiasi. Dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, tepatnya pada akhir 2020 lalu, pihaknya telah selesai membangun ratusan ruas jalan dan jembatan.

"Ya, hanya sekitar 1,5 bulan saja. Kita sudah selesai mengerjakan ratusan jalan hingga jembatan di Meranti," tutur Fajar.

Dari data yang didapat dari Bidang Bina Marga, ada sebanyak 118 jalan dan jembatan yang selesai dikerjakan pada Tahun 2020 lalu.

Lebih detil, dari 118 tersebut, diantaranya ada 84 jalan yang diperbaiki dan 2 ruas jalan yang dibangun. Lalu, ada sebanyak 34 jembatan yang direvitalisasi. 

Untuk 2 ruas jalan yang dibangun, yakni jalan penghubung antara Desa Lukun - Sungai Tohor dan Desa Telesung - Kayu Ara.

"Jalan Telesung - Kayu Ara sudah selesai dibangun. Kemudian di Lukun - Sungai Tohor itu akan selesai bulan ini," ungkap Fajar.

Untuk anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan, pihaknya hanya mendapatkan kucuran dana sebesar Rp500 juta di Tahun 2020. Jumlah yang sangat sedikit untuk mengatasi masalah kerusakan akses di Kepulauan Meranti.

"Walau begitu, kami tetap optimis mampu melakukan tugas sesuai dengan harapan dan rencana," katanya.

Selain kepada masyarakat, Fajar juga meminta kepada rekan-rekan pers untuk terus memantau pembangunan jalan dan jembatan di Kepulauan Meranti. "Wartawan juga merupakan kontrol sosial dan pengingat bagi kami (pemerintah). Untuk itu, mari sama-sama kita membangun dan mengevaluasi pembangunan akses di Meranti agar benar-benar terlaksana dengan baik," pungkasnya. (juna)

Artikel Kanan
Artikel Kanan