Tagih Hak, Nasabah Demo BNI
Editor : Rudi | Penulis: Rudi

peristiwa | 08 Juni 2021 | Dilihat : 1267


PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Panasnya sinar matahari pagi menjelang siang tak menyurutkan tekad Anggrawansyah Dalimunthe (36), nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Pekanbaru melakukan demo tunggal dalam menagih haknya kepada bank plat merah itu, Selasa (8/6/21).

Cara menagih haknya, Dalimunthe tidak dengan marah dan merusak properti milik BNI. Tapi, dengan melakukan demo tunggal di pinggir Jalan Sudirman depan Kantor BNI Pekanbaru.

Aksi warga Kecamatan Kubang Raya, Kabupaten Kampar itu menarik perhatian para nasabah lainnya.

Bahkan ada nasabah yang berhenti sejenak sekedar membaca tulisan diatas beberapa lembar karton yang ditulisnya dengan spidol warna hitam.

Tulisan di dua lembar kertas karton putih dengan spidol warna hitam, itu berbunyi ' Saya nasabah BNI yang tidak diberi haknya', tolong hak saya' mendapat perhatian warga yang lewat dan nasabah BNI lainnya.

Kepada wartawan, Dalimunthe mengungkapkan hak yang belum diterima selaku debitur adalah sertifikat rumah yang dikreditnya melalui BNI. Menurutnya, rumah tipe 36 yang dikreditnya itu sudah lunas 2 September 2019 lalu. Namun sampai saat ini ia belum menerima sertifikat. Padahal, ungkapnya, sudah 15 kali bolak balik ke BNI. Akan tetapi, harapannya untuk mengantongi sertifikat atas rumahnya juga tak membuahkan hasil. "Sudah 15 kali saya ke sini (BNI). Tapi, karyawan BNI yang berwenang dalam masalah sertifikat tersebut hanya bisa berjanji dan berjanji," tegas Dalimunthe.

Kendati demo tunggal, ternyata sudah cukup membuat pimpinan Kantor Wilayah BNI kelabakan. Baru sekitar seperempat jam melakukan aksi, Dalimunthe didatangi salah manager di bank plat merah itu.

Setelah bernegosiasi beberapa menit, Dalimunthe kemudian dibawa kelantai 4 untuk berdialog dengan Vice Presiden jaringan dan layanan BNI, Iwan Affandi yang saat ini merupakan penjabat sementara Kepala Kantor Wilayah BNI yang membawahi Provinsi Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau, karena Faisal selaku pimpinan wilayah tengah cuti. 

Dalam dialog yang digelar disalah satu ruangan dilantai 4 itu, juga hadir Manager Credit Service BNI Junianto P Panjaitan yang dalam beberapa kali pertemuan dengan Dalimunthe tak bisa mengambil keputusan, Muhammad Nur Indra, Rini dan notaris Nur Indra.

Dalam kesempatan itu, Iwan Affandi meminta maaf kepada Dalimunthe selaku debitur BNI yang belum memperoleh haknya berupa sertifikat. Sementara kreditnya sudah lunas sejak 2 September 2019. Dalam hal ini, Iwan menegaskan bahwa apa yang dialami debitur (Dalimunthe) merupakan kesalahan dan kelalaian BNI dan notaris yang lama. Untuk itu, pihak BNI sudah menunjuk notaris baru yakni, Nur Indra, SH, M.Kn. 

Dalam kesempatan itu, Iwan menggaransi bahwa sertifikat yang menjadi hak Dalimunthe yang sehari-hari adalah mekanik sepeda motor, itu akan selesai paling lama 15 hari kedepan. Namun, pihak notaris dan staf Iwan bagian pengurusan sertifikat meminta waktu 1 bulan. 

"Saya mohon maaf atas apa yang pak Dalimunthe alami, saya berjanji dan usahakan dalam tempo satu bulan selesai," tegas Iwan sembari memberi warning  bawahannya agar secepatnya menyelesaikan masalah sertifikat Dalimunthe.

Senada dengan Iwan, notaris Nur Indra juga berjanji akan menuntaskan masalah sertifikat yang menjadi hak debitur selesai dalam jangka waktu satu bulan. Untuk itu, pihaknya sudah mengontak BPN Kabupaten Kampar.

Kendati dijanjikan 1 bulan selesai, Anggrawansyah Dalimunthe tetap kurang yakin. Krisis kepercayaan ini diduga efek dari sering dikecewakan oleh pihak BNI. Untuk itu, Dalimunthe meminta ada hitam diatas putih atau pernyataan tertulis dari pihak BNI tentang waktu penyelesaian sertifikat miliknya itu. 

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak BNI menuruti kemauan Dalimunthe. Bahkan surat pernyataan tersebut akan diantarkan langsung oleh Manager Credit Service BNI cabang Pekanbaru, Junianto P Panjaitan ke rumah Dalimunthe di Perum Griya Permata Asri, Kelurahan Kualu, Kabupaten Kampar. (Rudi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Kanan
Artikel Kanan