HUT Pekanbaru ke 237 dan 10 Tahun Kepemimpinan Firdaus -Ayat Cahyadi
Editor : Rudi | Penulis: Rima

adv | 28 Juni 2021 | Dilihat : 162

HUT Pekanbaru ke 237 dan 10 Tahun Kepemimpinan Firdaus -Ayat Cahyadi

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Rabu tanggal 23 Juni 2021 merupakan hari jadi Kota Pekanbaru ke 237. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga digelar upacara peringatan harinya. Jika tahun-tahun sebelumnya peringatan dilaksanakan di Kantor Walikota di Jalan Jenderal Sudirman, namun tiga tahun terakhir peringatan hari jadi digelar di Kantor Walikota di Kompleks perkantoran Tenayan Raya, Jalan 70, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya. Semenjak  walikota pindah berkantor di kantor baru di kompleks perkantoran Tenayan Raya pada 25 Maret 2019, kantor lama disulap menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP).

Kehadiran kedua kantor ini, yakni Kantor Walikota yang baru di pusat perkantoran Tenayan Raya dan MPP menjadi saksi salah satu kemajuan Kota Pekanbaru dibawah kepemimpinan pasangan Dr. H. Firdaus ST MT-Ayat Cahyadi, S.Si selaku walikota dan wakil walikota yang saat ini dijuluki Pekanbaru Smart City Madani.

Seperti tahun lalu, tahun ini pelaksanaan upacara memperingati Hari Jadi kota Pekanbaru Smart City Madani yang ke 237 digelar secara virtual di Aula lantai VI Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Jalan 70 Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (23/06/2021) pagi, dengan inspektur upacara, Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST, MT.

Upacara secara virtual itu juga dihadiri Wakil Walikota H. Ayat Cahyadi, S.Si, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama, ST, Sekda Kota Pekanbaru H.M.Jamil M.Ag, M.Si, Dandim 0301/Pbr diwakili Danramil 04/ Limapuluh Kapten Arh Antoni, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, SIK, MH, Kejari  Pekanbaru Andi Suharlis, SH, MH,

Juga hadir Kalaksa BPBD Kota Pekanbaru Zarman Candra, Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Drs. H. Azwan, M.Si, Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Ir. Hj. El Sabriina, MT, Asisten III bidang administrasi umum Masykur Tarmizi, S.STP, MSi, Ketua LVRI Kota Pekanbaru, Forkompinda Kota Pekanbaru, Camat dan Lurah se-Kota Pekanbaru dan insan pers.

Perayaan HUT Kota Pekanbaru ke-237 tahun ini dikemas secara sederhana sesuai aturan protokoler kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus ST MT, berharap kota Pekanbaru menjadi kota yang dapat memberikan kenyamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Saya berharap kita bangkit untuk menghadapi pendemi Covid-19 dan juga bersinergi membangun Smart City untuk Indonesia Maju," ujarnya.

Pada hari jadi ke-237 ini, Dr. H. Firdaus ST MT, dianugerahi penghargaan bintang Legiun Veteran oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) karena telah berjasa secara luar biasa terhadap perkembangan dan kemajuan LVRI.

Pada kesempatan itu, Walikota juga menyerahkan penghargaan kepada tokoh masyarakat atas partisipasi dan dukungan serta peran sertanya dalam mensukseskan program vaksinasi COVID-19, penyerahan anugerah Hikmad Setia Utama Madani dan penyerahan hasil evaluasi perkembangan data desa dan kelurahan.

Selanjutnya, dengan berbekal gagasan dan ide yang telah mengkristal menjadi sebuah visi dan misi Firdaus-Ayat Cahyadi yang berhasil memikat hati masyarakat dan menjadi pelayan utama masyarakat Kota Pekanbaru yang dimulai sejak menduduki kursi walikota dan wakil walikota periode pertama 2012-2017 yang dilantik pada tanggal 26
Januari 2012 oleh Gubernur Riau Rusli Zainal atas nama Menteri Dalam Negeri.

Adapun visi dan misi yang diusung adalah Terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun
2012.

Tahun-tahun pertama yang dilakukan adalah dengan
membuat potret kota Pekanbaru secara menyeluruh dalam semua aspek. Ketika itu, didapat Potret Kota Pekanbaru tahun 2012 yang dikelompokkan dalam 5 aspek, yaitu : Sosial Masyarakat, Ekonomi, Lingkungan, Agama dan Budaya
serta Pemerintahan.

Ada pun 3 modal pembangunan yang dimiliki Kota Pekanbaru, yaitu :
1. Penduduk.
Dengan jumlah penduduk 1,136,557 jiwa di malam hari dan 1,4 juta jiwa pada siang hari, pertumbuhan penduduk Kota Pekanbaru sebesar 4,5 persen pertahun dengan komposisi penduduk yang heterogen, multi etnik dan multi agama.

2. Luas Wilayah,
Kota Pekanbaru memiliki luas wilayah 632,26 km yang terdiri dari 15 Kecamatan dan 83 Kelurahan. Luas tersebut setara dengan luas negara Singapura dan luas
wilayah daratan DKI Jakarta,

3. Letak Strategis,
Kota Pekanbaru berada di tengah-tengah Provinsi Riau dan Pulau Sumatra serta berdekatan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Hal ini menjadikan
Kota Pekanbaru sebagai simpul lalu lintas dan jalur perdagangan baik domestik maupun mancanegara melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Untuk mewujudkan visi dan tujuan pembangunan tersebut, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru melakukan lima strategi yang disebut dengan PANCA CITA yaitu :
1. Penataan dan pemanfaatan ruang yang efektif, efisien dan merata.

2. Penyediaan infrastruktur dasar JALITA yaitu Jalan Air bersih atau sanitasi, listrik dan Telekomunikasi

3. Pembangunan kota modern, melalui konsep smart city atau kota pintar, liveable city atau kota layak hidup, dan green city atau kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.

4. Pembangunan kawasan perkotaan Pekansikawan pemberdayaan masyarakat, tahap awal untuk mencapai masyarakat Madani dilakukan dengan perubahan cara berfikir dan berperilaku melalui revolusi mental, membangun masyarakat berakhlak mulia, berkarakter dan berkualitas.

"Masyarakat yang berkualitas adalah masyarakat dengan indikator sehat jasmani dan
rohani, cerdas, berpendidikan, menguasai keterampilan dan teknologi, berdaya saing
serta cinta kepada budaya dan bangsa," kata Firdaus.

Melalui program pemberdayaan masyarakat, Firdaus dan Ayat Cahyadi telah berhasil
meng-implementasikan berbagai program pembangunan berbasis wilayah dengan mengikutsertakan masyarakat tempatan.

Program ini, sambung Firdaus merupakan inovasi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui program
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rumah Ibadah melalui program Masjid Paripurna selama 5 tahun memimpin Kota Pekanbaru, banyak keberhasilan yang telah dicapai dan dirasakan oleh masyarakat Kota Pekanbaru.

Mewujudkan Kota Pekanbaru
sebagai kota metropolitan dengan masyarakat yang sejahtera terukur dengan Index Pembangunan Manusia (IPM) yang tertinggi di Provinsi Riau, serta menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota tujuan investasi terbaik di Indonesia.

Atas bukti keberhasilan yang telah dicapai semasa kepemimpinan Firdaus dan Ayat Cahyadi tersebut, masyarakat Kota Pekanbaru kembali mempercayakan Firdaus dan Ayat Cahyadi untuk memimpin Kota Pekanbaru 5 tahun kedepan setelah memenangkan Pilkada Kota Pekanbaru tahun 2017 dan dilantik pada tanggal 22 Mei
2017 untuk periode kedua 2017-2022.

Pada periode kedua ini, Firdaus dan Ayat Cahyadi fokus pada perencanaan program-program pembangunan yang telah ditetapkan sebagai tuas penggerak prioritas pembangunan sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar.

Maka ditetapkan 5 misi pembangunan jangka menengah Kota Pekanbaru tahun
2017 - 2022, yaitu:
1. Meningkatkan sumber daya manusia yang bertaqwa, mandiri, tangguh dan berdaya
saing tinggi,

2. Mewujudkan pembangunan masyarakat Madani dalam lingkup masyarakat berbudaya Melayu,

3. Mewujudkan tata kelola kota cerdas dan penyediaan infrastruktur yang baik,

4. Mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi padat modal dengan sektor unggulan yaitu jasa, perdagangan dan industri,

5. Mewujudkan lingkungan perkotaan yang layak huni atau Liveable City dan ramah
lingkungan atau Green City
monimum

Pemerintahan yang melayani seluruh lapisan masyarakat dengan pelayanan yang lebih dekat, cepat, tepat, murah dan lebih baik. Pekanbaru Smart City Madani adalah visi yang digagas oleh Walikota dan Wakil Walikota, Firdaus-Ayat Cahyadi.

Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan 6 pilar sebagai indikator untuk mewujudkan
konsep Smart City, yaitu Smart Government, Smart People, Smart Environtment, Smart
Economy, Smart Mobility, dan Smart Living.

Untuk meningkatkan iklim investasi baik nasional maupun internasional, Pemerintah
Kota Pekanbaru melakukan inovasi dalam hal pelayanan publik, yaitu membangun Mall Pelayanan Publik (MPP).

Dengan menggabungkan berbagai jenis pelayanan yang terintegrasi, pada tahun 2020 terdapat 103 layanan instansi atau lembaga dan 88 layanan baik perizinan maupun non perizinan. Penyederhanaan prosedur untuk memudahkan masyarakat dalam mendapat berbagai jenis pelayanan yang lengkap dan terbaik.

"Menjadikan MPP Pekanbaru sebagai role model MPP Nasional dan selama 3 tahun berturut-turut mendapat predikat MPP dengan pelayanan prima," tambahnya.

MPP Pekanbaru diresmikan pada tanggal 06 Maret 2019 oleh Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafrudin M.Si. 
Pada tanggal 11 Maret 2020 pelayanan di MPP Kota Pekanbaru semakin diperluas dengan hadirnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru yang diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Tjahjo Kumolo.

Terdapat 22 jenis layanan yang disediakan oleh Disdukcapil Kota Pekanbaru. Pada tahun 2021, Disdukcapil Kota Pekanbaru berhasil mendapat predikat pelayanan prima dengan nilai A dari KEMENPAN-RB serta menghantarkan Walikota Pekanbaru DR. H Firdaus, ST, MT meraih penghargaan sebagai pembina pelayanan terbaik tingkat
nasional.

Transformasi yang dilakukan melalui revolusi mental dalam pembangunan Sumber
Daya Manusia hingga saat ini (2021) telah memperlihatkan hasil. Terlihat pada cara berpikir masyarakat Kota Pekanbaru yang semakin modern, maju dan berperadaban ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pekanbaru.

IPM Kota Pekanbaru dalam 9 tahun terakhir selalu meningkat di tiap tahunnya dan selalu tertinggi di Propinsi Riau. Tahun 2020 IPM Kota Pekanbaru sebesar 81,32 dengan rincian:
• Pengeluaran perkapita sebesar 1443 juta pertahun,

• Usia harapan hidup sebesar 72,34 tahun,

• Rata-rata lama sekolah selama 11,68 tahun,

Sebagai perbandingan IPM Propinsi Riau sebesar 7271, IPM DKI Jakarta 80,77, IPM Nasional 71,94, IPM Malaysia 80,04 dan IPM Singapura sebesar 93,50.

Fakta lain yang menunjukkan adanya peningkatan kemandirian dan daya saing masyarakat Kota Pekanbaru dapat dilihat dari banyaknya pelaku usaha kecil dan
menengah dari kelompok usia muda. Usaha-usaha ini pada umumnya berupa industri
kreatif yang bertumpu pada inovasi dan kreatifitas.

Hal ini semakin mengukuhkan Kota
Pekanbaru sebagai kota dunia usaha atau kota entrepreneur dengan sumber daya manusia yang cerdas, profesional dan tangguh.

" Kondisi ini semakin mendekatkan kita kepada tujuan pembangunan yang ingin dicapai dan keberhasilan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada
periode ke-2 kepemimpinan kami di bidang Pembangunan Manusia tergambar pada Sektor Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan kependudukan," ucap mantan Kadis PUPR Provinsi Riau.

Sementara untuk keberhasilan yang telah dicapai pada bidang pembangunan infrastruktur tergambar pada sektor gas, air bersih, transportasi, kelistrikan dan
Sanitasi serta Sarana dan Prasarana Pemukiman
Sedangkan untuk keberhasilan yang telah dicapai pada bidang Ekonomi tergambar pada
Sektor Ekonomi Makro, Investasi, Perdagangan, Industri dan Pariwisata.

Adapun keberhasilan yang telah dicapai pada bidang Pemerintahan tergambar pada Sektor Infrastruktur Pemerintahan, Pajak dan Retribusi, Kepegawaian dan Administrasi Wilayah selama kepemimpinan Walikota Dr.H. Firdaus, ST, MT bersama Wakil Walikota Ayat Cahyadi, S.Si, sudah banyak prestasi yang mereka raih.

Hal ini ditandai dengan banyaknya penghargaan atas kerja keras mereka bersama masyarakat dalam membangun Kota Pekanbaru menjadi kota metropolitan yang Madani.

Selama Satu dekade kepemimpinan Walikota Dr. H. Firdaus, ST, MT bersama Wakil
Walikota H. Ayat Cahyadi, S.Si perkembangan Kota Pekanbaru semakin bertambah pesat. Pada mulanya kota yang bertatus sebagai Kota Besar ini kini telah menjelma menjadi Kota Metropolitan yang Smart.

Kota Pekanbaru menempati urutan pertama untuk peredaran uang terbesar di luar Pulau Jawa, dan telah mengantarkan Pekanbaru
sebagai kota tujuan Investasi terbaik di Indonesia.

Dimasa 1 Dekade kepemimpinan Firdaus-Ayat telah terbangun berbagai infrastruktur,
diantaranya 1.506 Kilometer Jalan Aspal, Jalan Tol Pekanbaru - Dumal, Jalan Lingkar
Outer Ring Road, Fly Over, Jembatan Siak 4. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
maupun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang
sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Pekanbaru.

Dimasa 1 Dekade kepemimpinan Firdaus-Ayat telah tumbuh dan berkembang pembangunan di sektor properti, seperti perumahan yang terjangkau oleh masyarakat
serta rumah layak huni yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu. (Advetorial)

Artikel Kanan
Artikel Kanan