Penggantian Atlet PON Riau, Kusworo: Sudah Sesuai Aturan Organisasi
Editor : Rudi | Penulis: Rudi

peristiwa | 19 Juli 2021 | Dilihat : 885

Marjohan Plt Ketua KONI Riau (baju putih)

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Lambatnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau menetapkan dua nama binaragawan yang ditetapkan PBFI yang akan turun di PON XX Papua 2021, dipertanyakan pengurus Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Provinsi Riau, Minggu (18/7/21).

Pasalnya, penetapan atlet yang akan membawa nama besar PBFI Riau di PON XX Papua menjadi urusan rumah tangga cabang olahraga, bukan urusan KONI (Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional tugas KONI; Mengoordinasikan induk organisasi cabang olahraga, organisasi olahraga, serta Komite olahraga provinsi dan komite olahraga kabupaten/kota). Surat keputusan penggantian Khairul Ansori kelas 60 kg diganti dengan Kuswanto dan Indra Mulyadi kelas 85 kg diganti dengan Hendra Gunawan dilakukan beberapa bulan lalu itu, juga ditembuskan ke Pengurus Pusat PBFI di Jakarta.
 
Penegasan ini disampaikan Ketua PBFI Riau, Kusworo Mahardi disela-sela pertemuan dengan pengurus PBFI di Jalan Arifin Achmad, Sabtu (17/7/21).
 
Digantinya Khairul Ansori dan Indra Mulyadi, ungkap Kusworo, karena keduanya bukanlah anggota PBFI. Dengan demikian tegasnya, penggantian tersebut sudah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Organisasi PBFI.
 
Berdasarkan Technical Handbook Cabor Binaraga PON XX Papua 2021 tentang Ketentuan Peserta. Pada huruf b ketentuan khusus angka 1 ditegaskan: Peserta (binaragawan) adalah mereka yang terdaftar sebagai anggota PBFI di wilayah (provinsi) masing-masing. Sedangkan dua Binaragawan yang coba dipertahankan KONI Provinsi Riau, ungkap Kusworo, bukanlah anggota PBFI.
 
Untuk itu, Kusworo Mahardi yang notabene mantan juara Asia binaraga dan pengurus PBFI melalui rapat pleno memutuskan Kuswanto dan Hendra Gunawan sebagai binaragawan Riau di PON XX Papua dengan pelatih Asrelawandi dan asisten pelatih Zarmi Baktiar.
 
Terkait masalah pergantian atlet ini, Kusworo bersedia berdebat dengan pengurus KONI asal ada orang yang berilmu sebagai penilai.
 
"Untuk ini (aturan organisasi dan penggantian atlet) saya siap debat dengan orang KONI, tapi harus ada orang berilmu yang menilai," tegas pemilik club binaraga Olimpia itu.
 
Pada kesempatan itu, Kusworo didampingi pengurus PBFI Riau membeberkan kronologi
penunjukkan pelatih Provinsi Riau atas nama Asrelawandi dan polemik pergantian atlet PON XX tahun 2021 di Papua t
 
Pada tahun 2019, saat itu cabang binaraga masih bernaung dibawa PABBSI mengikuti pra PON/Kejurnas. Pengprov PABBSI menunjuk Asrelawandi sebagai pelatih. Sedangkan atletnya Indra Mulyadi, Khairul Ansori dan beberapa orang lainnya. Karena berhasil mengantarkan Indra Mulyadi dan Khairul Ansori lolos PON, Asrelawandi menerima bonus akhir tahun 2019 dari KONI Riau
 
Pada tahun 2020, PABBSI bubar. Kemudian masing-masing cabang, seperti angkat besi mendirikan PABSI, angkat berat mendirikan PABERSI, dan binaraga dan fitness mendirikan PBFI.
 
Sebagai organisasi baru, pengurus pusat PBFI memberikan mandat kepada Kusworo Mahardi dan Asrelawandi untuk membentuk kepengurusan PBFI di Provinsi Riau. Dan akhirnya pengurusan provinsi (Pengprov) PBFI Riau terbentuk dikukuhkan dengan Ketua Kusworo Mahardi.
 
Pada tahun 2020, KONI Riau memberikan dana pembinaan tahun berjalan yang merupakan hasil kejuaraan tahun sebelumnya (2019). Seharusnya dana pembinaan tersebut diterima Asrelawandi, tapi dialihkan kepada Denny yang notabene sekretaris Pengprov Perbafi Riau.
 
Untuk diketahui; PBFI merupakan anggota KONI (olahraga prestasi). Sedangkan
Perbafi merupakan anggota KORMI (olahraga rekreasi).
 
Sementara dalam pelaksanaan PON XX 2021 Papua adalah PBFI. Sebagai salah satu peserta PON, pengurus PBFI Riau mengambil langkah langkah persiapan PON dengan penetapan pelatih, yakni Asrelawandi dan Zarmi Baktiar menyiapkan Indra Mulyadi dan Khairul Ansori.
 
Namun 15 Februari 2021 pengurus Pengprov PBFI menggelar rapat terkait pemberitaan di media masa tentang Indra Mulyadi siap mundur di PON XX Papua 2021.
 
Pada 24 April 2021
Pengprov PBFI Riau mengundang Indra Mulyadi, Khairul Ansori dan dua pelatih, Asrelawandi dan Zarmi Baktiar yang ditunjuk PBFI untuk PON XX Papua hadir di Sekretariat Pengpro PBFI Riau. Asrelawandi dan Zarmi Baktiar hadir, tetapi Indra Mulyadi dan Khairul Ansori tak hadir.
 
Namun demikian, pada 26 April 2021 Kabid Organisasi Pengprov PBFI Riau mendatangi
atlet dan pelatih untuk koordinasi dan menyampaikan Surat
Pernyataan bagi atlet dan pelatih PON Riau yang isinya menyatakan sepenuhnya bersedia mematuhi dan mentaati seluruh Peraturan PBFI, baik Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) PBFI.
 
Asrelawandi dan Zarmi Baktiar bersedia menandatangani, tetapi Indra Mulyadi dan Khairul Ansori tidak bersedia menandatangani surat pernyataan tersebut.
 
"Hal tersebut menunjukkan yang bersangkutan (Indra Mulyadi dan Khairul Ansori) tidak mengacuhkan PBFI dan bukan anggota PBFI Riau. Makanya kita ganti dengan Kuswanto dan Hendra Gunawan," tegas Kusworo Mahardi.
 
Mengingat batas waktu entry by name peserta PON XX Papua 2021 dan mempertimbangkan hal hal tersebut diatas, maka pada 30 April 2021 Pengprov PBFI Riau mengirim surat kepada
Ketua KONI Rau perihal penggantian atlet.
 
Hampir sebulan kemudian, tepatnya Jumat 28 Mei 2021, KONI Riau mengundang Pengprov PBFI rapat tentang permasalahan atlet binaraga PON X 2021
Papua.
 
Selain itu, Pengurus PBFI juga sudah menghadap Plt Ketua KONI Riau, Wakil Ketua KONI, Sekretaris KONI, Kabid Binpres KONI Riau terkait pergantian atlet tersebut.
 
"Senin kita diundang rapat lagi, masih soal pergantian atlet. Kita meminta dalam memutuskan permasalahan tersebut, KONI berpedoman kepada aturan (Tupoksi KONI, AD/ART dan PO
KONI serta PB PON XX 2001 Papua)," pungkasnya. (Rudi)
 
 
 
 
 
Artikel Kanan
Artikel Kanan