Terkait Tudingan Miring, Ini Penjelasan Pendiri Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa
Editor : Rudi | Penulis: Rilis

peristiwa | 20 Juli 2021 | Dilihat : 304

Sekolah Yayasan pendidikan dharma tunas bangsa

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Munculnya pemberitaan tentang Sekolah Tunas Bangsa dua hari belakangan ini menjadi perhatian Muhammad Harry Hidayatullah sebagai salah satu pendiri Yayasan Dharma Tunas Bangsa tempat bernaungnya sekolah tersebut. 

Sekolah yang berdiri sejak tahun 2004 itu, saat ini memiliki ratusan pelajar mulai taman kanak-kanak (TK) sampai SMA.

Berbagai prestasi telah diukir oleh para pelajar sekolah tersebut. Salah satunya pernah meraih juara I try out ujian nasional tingkat SD se- Kota Pekanbaru. Menjawab kebutuhan sekolah, saat ini Sekolah tersebut memiliki 25 orang guru dan staf.

Lazimnya sebuah lembaga pendidikan yang selalu haus dengan kemajuan, demikian juga hal dengan sekolah Tunas Bangsa. Berbagai upaya terus dilakukan oleh ketua dan pendiri Yayasan Tunas Bangsa untuk meningkatkan mutu sekolah. Akan tetapi,  setiap usaha ada dinamika yang muncul sebagaimana seperti muncul berita miring tentang sekolah tersebut dibeberapa media lokal dua hari belakangan.

Untuk itu, pendiri Yayasan melalui rilis kepada media ini menjelaskan, adanya pemberitaan di media, yang mengatakan Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa dalam beberapa persepsi negatif.

Diawali dengan kata DUGAAN, jelas memperlihatkan kurang telitinya mereka yang dalam kata kutip "pembuat berita memberitakan sebuah berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk sebagaimana diatur dalam: Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/111/2006 Tentang KODE ETIK JURNALISTIK Pasal 1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Saya, Muhammad Harry Hidayatullah sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa, ingin memberikan beberapa masukan sehingga berita menjadi akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk, sebagai berikut:

1. Menanggapi kata dari masyarakat (tidak ingin disebutkan namanya) yang peduli atas dunia pendidikan di media yang saya baca, jika kita peduli atas dunia pendidikan, seharusnya kita berbuat yang terbaik dalam "tindakan untuk dunia pendidikan, bukan sebagai pengadu" yang tidak memiliki data dan pengetahuan akan dunia pendidikan, dan seharusnya pembuat berita lebih teliti dan pandai dalam menggapi apakah ini aduan atau fakta.

2. Berikutnya kata "Menurut informasi dan data yang didapat oleh team awak media ada beberapa poin pelanggaran". Ada beberapa poin yang dituliskan di sana yang bagi saya, sudah ada yang bagian dari Dinas Pendidikan yang bertugas dan berwenang dalam pengawasan beroperasinya sebuah lembaga
pendidikan, dan perlu diketahui bahwa Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri memiliki wewenang pengelolahan Dana BOS maupun BOP yang berbeda.

Jadi sekali lagi pembuat berita harus lebih teliti dan pandai dalam menaggapi apakah ini aduan atau fakta.

Saya tidak ingin berpanjang lebar menanggapi berita berita yang dibuat dengan tidak akurat, tidak
berimbang, disini saya hanya ingin menyampaikan bahwa Sekolah Tunas Bangsa berdiri sejak tahun 2004 dan telah berumur 17 tahun, banyak lika liku yang telah dilalui, dari
tahun 2004 hingga tahun 2016 orientasi sekolah adalah komersial, di tahun 2016, saat ekonomi masyarakat sedang kurang baik, saya dan teman teman membuat terobosan dengan memberikan fasilitas BEBAS BIAYA PENDAFTARAN, BEBAS BIAYA PEMBANGUNAN, BEBAS BIAYA BUKU dan BEBAS BIAYA BAJU, artinya sejak tahun 2016 kami berniat membantu masyarakat dalam dunia Pendidikan untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

Hingga saat ini program program sosial masih tetap kami lakukan walaupun tidak semuanya digratiskan, namun sekolah tetap merupakan sekolah yang terjangkau oleh masyarakat sekitar.

Dari keterangan di atas saya yakin masyarakat dapat menilai, bukan dari masyarakat (tidak ingin disebutkan namanya yang peduli atas dunia pendidikan", apakah Sekolah Tunas Bangsa seperti yang dituliskan berdasarkan "katanya" atau Apakah dengan adanya pemberitaan di media, yang mengatakan Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa dalam beberapa persepsi negatif, itu tanda "peduli atas dunia pendidikan",

Saya tidak akan menduga-duga, tapi saya pastikan Tuhan tahu apa yang ada di hati dan otak orang yang disebut dari masyarakat tidak ingin disebutkan namanya yang peduli atas dunia pendidikan". (Rilis)
 

 

 

 

 

Artikel Kanan
Artikel Kanan