Sidang Perambah TNTN, Ini Duplik Terdakwa Jamanatar Hutapea
Editor : Rudi | Penulis: Rilis

pelalawan | 11 Oktober 2021 | Dilihat : 33

Sidang Perambah TNTN, Ini Duplik Terdakwa Jamanatar Hutapea

PANGKALAN KERINCI, RIDARNEWS.COM - Sidang perkara dugaan perambahan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) dengan terdakwa Jamanatar Hutapea kembali digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan dengan agenda pembacaan duplik, Senin (11/10/21).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim,` Abraham Van Vollen Hoven Ginting SH,MH, didampingi dua hakim anggota Joko Ciptanto SH MH dan Muhammad Ilham Mirza, S.H, itu pengacara terdakwa mengungkap bahwa replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad Hidayat dari Kejari Pelalawan, tak masuk akal. Karena telah menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan perbuatan pidana sebagaimana yang diatur dan diancam pasal 92 ayat (1) huruf B Junto pasal 17 huruf a UU No 18 Tahun 2013 pengerusakan hutan, sebagaimana diubah dengan UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sementara pengacara terdakwa, Zulfikri, SH, menegaskan, dalam aturan UU Cipta Kerja, tidak tertera pidana. Untuk itu, tuntutan JPU Kabur dan batal demi hukum. Dan supaya terdakwa dibebaskan, sebagaimana dilansir katakabar.com.

"Duplik yang kita bacakan tadi berdasarkan fakta persidangan, dan tidak satu pun alat bukti  dari keterangan saksi, dan ahli pidana membuktikan bahwa klien kami Pak Jamanatar Hutapea tidak ada terbukti," kata Zulfikri.

Karena disana adalah kawasan hutan, jika ada ketelanjuran ungkapnya, harusnya mamakai Undang-Undang No  11  Tahun 2020 tentang UU Cipta Kerja Pasal 110 A dan 110 B.

Sehingga ketika ketelanjuran itu dilakukan warga, Negara sudah menfasilitasi diberikan 3 tahun untuk mengurus izin yang sudah ketelanjuran tersebut dan kami meminta alat berat yang di sewa Jamanatar Hutapea tidak ada keterkaitan pengerusakan, karena arti dari pengerusakan hutan tersebut  alat berat itu tidak ada merusak hutan .

Artikel Kanan
Artikel Kanan