3 Truk Bermuatan Kayu Ilegal dari Suaka Margasatwa GSK-BB Ditangkap Polsek Pinggir
Editor : Rudi | Penulis: Rudi

peristiwa | 16 November 2021 | Dilihat : 100


BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Satuan Reskrim Polsek Pinggir, Polres Bengkalis mengamankan 5 orang supir dan kernet berikut truk colt diesel bermuatan kayu tanpa dokumen, Selasa (16/11/21). 

Mereka yang diamankan masing-masing berinisial IS, JPS, AI, SL dan SN. Diduga muatan truk para tersangka berasal dari Suaka Marga Satwa Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB).

Mereka ditangkap, Kamis (11/11/21l dinihari, sekitar pukul 00.30 WIB, saat melintas di Jalan Gajah Mada KM 1 Sebanga, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dari salah seorang tersangka berinisial IS diamankan barang bukti satu unit truck Toyota Dyna BM 9826 TK warna merah dengan muatan kayu mahang diduga ilegal. Diduga kayu tersebut dari KM 33 kawasan Hutan Lindung Taman Marga Satwa Giam Siak Kecil-Bukitbatu, Desa Tasik Serai Barat.

"Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kemudian tim menuju Tasik Serai untuk menindaklanjuti info tersebut. Disana (Tasik Serai) kita mencurigai truck colt diesel bermuatan kayu sehingga dilakukan tindakan penghentian. Saat dicek ternyata kayu tersebut tanpa dokumen," ungkap Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika, SH, MH.

Berselang beberapa jam kemudian, tim Sat Reskrim kembali menangkap dua truck colt diesel bermuatan kayu tanpa dokumen. Diduga kayu tersebut berasal dari hutan lindung Taman Marga Satwa Giam Siak Kecil-Bukitbatu.

"Dua unit mobil truck colt diesel yang membawa kayu hasil hutan itu diduga berasal dari Desa Tasik Serai, Talang Muandau. Kedua mobil truck bermuatan kayu tanpa dokumen itu ditangkap di Jalan Gajah Mada," ungkapnya

Ketiga orang pelaku dibawa ke Polsek Pinggir guna proses hukum lebih lanjut.

Diutarakan mantan Kapolsek Bengkalis ini, kepada tersangka dikenakan Undang - undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang

pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 37 angka 16 UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Orang perseorangan dengan sengaja memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa memiliki perizinan berusaha, dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 Milyar," pungkas Maitertika mengutip isi pasal yang dikenakan. (Rudi).

 

 

 

 

 

Artikel Kanan
Artikel Kanan