Diskannak Siak Kembali Temukan Sapi Terjangkit PMK di Kecamatan Kandis
Editor : redaksiridarnews | Penulis: Ukma

siak | 20 Juli 2022 | Dilihat : 172

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Siak kembali mendapat laporan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari peternak asal Kecamatan Kandis pada Rabu (20/07/2022).

KANDIS, RIDARNEWS.COM - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Siak kembali mendapat laporan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari peternak asal Kecamatan Kandis pada Rabu (20/07/2022).

Kasus baru ini menambah daftar panjang kasus PMK kabupaten berjulukan Negeri Istana.

Kepala Diskannak Siak drh Susilawati menyampaikan laporan masuk kasus PMK ini pada pukul 08.00 WIB dari tim dokter hewan di Kecamatan Kandis, setelah melakukan penyusuran asal ternak, sapi yang terjangkit bukan berasal dari kandis.

"Kita tanya peternaknya, katanya dari Pulo Raja Kisaran, Provinsi Sumatra Utara", ujar drh Susilawati.

Susi juga menyayangkan sikap peternak dan pelaku usaha dibidang peternakan yang acuh dengan imbauan dari pemerintah, padahal pihaknya bersama TNI, Polri dan perangkat Kampung sudah secara masif melakukan imbauan dan larangan mendatangkan sapi dari luar Kabupaten.

Dokter hewan jebolan UGM ini menuturkan, berbagai upaya untuk mengatasi kasus PMK di Kabupaten Siak tidak akan maksimal, jika masyarakat tidak ikut berperan.

"Sangat disayangkan sebenarnya, imbauan, sudah kita berikan, baik secara langsung maupun melalui media", kata Susi kesal.

Dengan bertambahnya kasus tersebut, saat ini Siak memiliki 144 Kasus, tersebar di 14 Kampung (Desa) dari 7 kecamatan.

"Yang sembuh sudah 106 ekor, kalau yang sakit ada 31 ekor", kata Ibu dua anak itu.

Sementara untuk yang mati masih 3 ekor, dan yang dipotong paksa ada 4 ekor, semua data menurut dia, sudah dilaporkan melalui Sisdiknas, yang terkoneksi langsung ke Pusat.

"Untuk vaksinasi belum ada yang baru, karena kita menunggu jatah dari pusat, kalau yang sudah ada sebanyak 500 dosis, kita sebar di Kandis dan Tualang, saat itu baru 2 kecamatan ini saja yang terpapar", terangnya

Susi berharap, tidak ada lagi ternak dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Siak, tanpa SKKH dan Surat jalan, terutama jika berasal dari Kabupaten yang juga terjangkit.

"Kita ingin masyarakat paham, jika acuh, yang rugi kita semua", tutup Susi. (Inf)

Artikel Kanan
Artikel Kanan