Kasus Pembullyan Terjadi, DPRD Riau akan Panggil Pihak Sekolah SMPN 38
Editor : bella | Penulis: sac

politik | 08 November 2019 | Dilihat : 24

Ilustrani (Internet)

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM - Kembali terjadi pembullyan di di dunia pendidikan yang terjadi di SMP 38 Kota Pekanbaru amat disayangkan oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Asri Auzar.

Dikatakan Asri Auzar, penindasan seperti ini tidak seharusnya terjadi di dunia pendidikan. Apalagi, dalam kasus yang viral di media sosial tersebut, juga disaksikan oleh guru yang sedang mengajar.

"Kita sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi di dunia pendidikan kita. Apalagi katanya guru juga berada disana dan terkesan membiarkan. Jika memang begitu, dia bukanlah lagi seorang pendidik," kata Asri kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (8/11/2019).

Politisi asal Rokan Hilir tersebut menuturkan, bahwa seharusnya, guru di sekolah juga mengajarkan moral, agama dan budi pekerti kepada anak didiknya. Bukan hanya memberikan pelajaran akademis semata.

"Ini pertanda bahwa pendidikan di Riau sudah mulai hancur. Karena seharusnya di sekolah bukan hanya belajar akademis saja, tapi budi pekerti, agama dan moral juga harus disampaikan," tukasnya.

Karena itu, Asri meminta agar pihak sekolah memberikan peringatan dan tindakan disiplin kepada murid yang melakukan perundungan, termasuk guru yang membiarkan kejadian tersebut.

"Kita mohon kepada kepala sekolah untuk beri tindakan disiplin kepada murid yang melakukan tindakan bully dan guru yang membiarkan itu. Dan semoga apa yang terjadi ini tidak terjadi lagi ke depannya. Ini pengalaman buat kita semua," tambahnya.

"Dan nanti akan kita sampaikan ke Komisi V untuk memanggil kepala sekolah, guru, dan murid yang bersangkutan," tutupnya.

Sementara itu, Fauzan atau yang biasa disapa Asraf mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat perlakuan tak mengenakkan dari teman sekelasnya. Tidak hanya itu, guru yang sedang mengajar di kelas juga terkesan mengacuhkan tindakan pembullyan tersebut. (sac)

 

Artikel Kanan
Artikel Kanan