PWI Riau Segera Buat Budidaya Ikan dengan Sistem Biofloc
Editor : bella | Penulis: rils

ekonomi | 19 Juni 2020 | Dilihat : 40

Dalam rangka mendorong perekonoman wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau dibawah Kepemimpinan H Zulmansyah Sekedang SSos dalam waktu dekat akan segera membuat budidaya ikan dengan sistem biofloc.

PEKANBARU, RIDARNEWS.COM -  Dalam rangka mendorong perekonoman wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau dibawah Kepemimpinan H Zulmansyah Sekedang SSos dalam waktu dekat akan segera membuat budidaya ikan dengan sistem biofloc.

Rencananya, kolam biofloc ini akan dibuat di pekarangan belakang Kantor PWI Riau, Jalan Arifin.Achmad, Pekanbaru.

Agar pembuatan kolam biofloc tersebut bisa terbuat dengan sempurna, Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang SSos membawa pengurus Koperasi Pena Emas PWI Riau dan Pengurus PWI Peduli meninjau langsung tempat pembuatan kolam biofloc milik Azer Afwan di Jalan Sekuntum, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (18/06/2020).

Setibanya di kediaman pakar kolam biofloc ini, Ketua PWI Riau dan rombongan melihat langsung kolam biofloc yang berada di pekarangan samping rumah Azer Azwan. Jumlah kolam yang sudah selesai dibuat Azer Azwan ada sebanyak 3 unit. Dimana satu unitnya berisi indukan ikan lele dan beberapa ekor ikan patin.

Kepada Azer Azwan, Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang SSos menyampaikan, bahwa kedatangan pengurus PWI yang terdiri dari pengurus Koperasi Pena Emas PWI Riau dan Pengurus PWI Peduli ini untuk mengetahui proses budidaya ikan dengan kolam biofloc.

"Bang Azer Afwan, kami ingin tahu berapa modal untuk membuat satu unit kolam biofloc ini. Dan berapa ekor ikan bisa ditampung untuk satu unit kolam. Karena kami ada rencana untuk membuat kolam biofloc ini di PWI Riau. Disamping kolam biasa yang sudah ada di pekarangan kiri dan kanan Kantor PWI saat ini," tanya Zulmansyah.

Dikatakan Zulmansyah, sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Ir Herman Mahmud dan tim juga sudah meninjau kolam ikan yang sudah ada di area kiri dan kanan halaman Kantor PWI Riau. Dan Kepala Dinas nanti siap membantu PWI dalam hal bibit ikan.

"Bang Herman (Kadis Perikanan) akan membantu bibit. Karena itu, kami menemui Bang Azer Afwan untuk konsultasi tentang budidaya ikan khususnya Ikan Lele dengan sistem kolam biofloc. Karena Bang Azer Afwan sangat ahli dan berpengalaman membudidayakan ikan  dengan kolam biofloc ini," ujar Zulmansyah.

Menanggapi penyampaian Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang SSos ini, Azer Afwan mengucapkan terima kasih atas kunjungan pengurus PWI Riau yang diketuai Zulmansah dan rombongan ke Biofloc Mitra Riau yang dikelolanya.

Alumni Fakultas Perikanan Universitas Riau tahun 1983 ini menyambut baik rencana PWI Riau untuk membuat budidaya ikan melalui kolam biofloc ini.

"Saya siap membantu untuk mengawal dan melatih kawan-kawan PWI Riau, mulai dari membuat kolamnya sampai cara memberi pakan," ucap Azer Afwan.

Dan mengenai biaya pembuatan kolam hingga selesai, beber Azer Afwan, diperkirakan sebesar Rp3 juta. Biaya itu sudah termasuk alat aerator yang berfungsi untuk membuat gelembung udara agar ada oxigen di dalam air.

"Kolamnya ukurannya bisa 2,5 diameter dengan tinggi 1 meter atau 3 diameter kali 1 meter. Untuk kolam 2,5 diameter bisa diisi 3 ribu sampai 5 ribu ekor ikan. Sedangkan kolam 3 diameter bisa menampung hingga 7 ribu ekor ikan. Karena itu, agar ikan tersebut tidak mati maka diperlukan aerator supaya ada oxigen di dalam air," terang Azer Afwan seraya menyampaikan, banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari budidaya ikan dengan kolam biofloc ini. Antara lain air tidak perlu diganti setiap saat karena airnya tidak mengeluarkan bau, rasa ikannya juga tidak amis atau anyir seperti aroma ikan dalam kolam biasa dan perkembangan ikannya bisa dipantau setiap saat.

"Khusus untuk air supaya tidak bau, kita ada cairan namanya probiotic yang kita taburkan ke dalam kolam. Cairan ini berisi bakteri yang bisa mengurai kotoran ikan dan membuat warna air stabil. Karena itu air tidak bau dan kotoran yang diurai oleh bakteri ini bisa menjadi makanan ikan. Harga perliternya Rp50 ribu," terang Azer Afwan.(*)

Artikel Kanan
Artikel Kanan