Terkait Hasil Uji Lab Limbah PT PCR, Anggota Komisi II Ini Meminta DLH Beri Sanksi Tegas
Editor : Rima | Penulis: humas DPRD Bengkalis

dprd_bengkalis | 07 Juli 2020 | Dilihat : 36

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Adihan

BENGKALIS, RIDARNEWS.COM - Terkait hasil uji laboratorium limbah PT. PCR (Permata Citra Rangau) yang tidak sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI, anggota Komisi II Adihan meminta agar DLH memberikan sanksi tegas kepada perusahaan tersebut, Selasa (07/07/2020).

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang baku mutu air, ada 2 parameter yang melebihi kadar seharusnya yaitu BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand). 

Dari Hasil uji lab didapat BOD sebanyak 181,2 mg dari baku mutu 100 mg/liter dan COD sebanyak 785,9 mg/liter dari baku mutu 350 mg/liter.

Kata Adihan, melihat dari track record perusahaan terkait permasalahan lingkungan, ternyata ini bukan kali pertama PT. PCR bermasalah dengan limbah, sebelumnya PT. PCR juga pernah dihentikan operasinya dengan permasalahan yang sama.

"Jadi dalam pemberian sanksi DLH harus keras kepada perusahaan, kasihan masyarakat disekitarnya, bila perlu untuk sementara hentikan operasional  pabrik tersebut," tegas Politisi fraksi Gerindra.

Dengan tegas diberikannya sanksi tegas, ia berharap dapat menimbulkan efek jera kepada perusahaan tersebut, dan ini juga menjadi peringatan keras bagi perusahaan lain agar tidak menganggap enteng permasalahan limbah, apalagi masalah ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Disisi lain,  sanksi tegas yang diberikan kepada PT. PCR ini diharapkan dapat menimbulkan efek psikologis yang baik bagi masyarakat sekitar yang sudah sekian lama mengadukan masalah ini, bahwa keluhan mereka masih ditanggapi oleh pemangku kepentingan di daerah ini.. (infotorial)

Artikel Kanan
Artikel Kanan