Tidak Disegel, Jikalahari Sebut Karhutla PT. Arara Abadi Mendapat Perlakuan Istimewa
Editor : bella | Penulis: lastin

pelalawan | 09 Juli 2020 | Dilihat : 158

koordinator Jikalahari, I Made

PANGKALANKERINCI, RIDARNEWS.COM - Terkait Karhutla di Desa Marbau, kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Riau, yang diperkirakan menghanguskan hampir 8 hektar lahan gambut  konsensi PT  Arara Abadi yang terjadi pada hari Minggu pagi lalu sekitar pukul 11.00 WIB mendapat kritikan dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari).

Menurut koordinator Jikalahari, I Made, lahan konsesi PT. Arara Abadi yang terbakar tersebut tidak disegel atau di Police Line. "Inikan merupakan bentuk perlakuan istimewa, berbeda perlakuannya dengan PT. SSS dan PT. Adei Plantation and Industry pada saat terjadi kebakaran tahun 2019 yang langsung disegel, padahal sama-sama di lahan gambut. Sekarang ada kebakaran di PT. Arara Abadi yang merupakan grup Sinar Mas tidak disegel, kan ada pola diskriminasi disitu", kata I Made kepada awak media di Pangkalan Kerinci Kamis (09/07/2020).

Menurutnya, keengganan Polda Riau menyegel  lahan PT. Arara Abadi tersebut karena adanya kerjasama antara grup Sinar Mas dengan Polda Riau tahun 2019. "Tahun 2019 ada kerjasama antara grup Sinar Mas dengan Polda Riau dalam menyebarkan brosur pencegahan karhutla untuk ditempel di Polsek-Polsek, tapikan nggak mungkin kerjasamanya cuma seperti itu modelnya", ungkapnya.

Ia juga meminta Polda Riau membuka bentuk kerjasama yang dijalin antara Polda Riau dengan grup Sinar Mas tersebut. "Polda Riau juga harus membuka bentuk kerjasama yang dijalin dengan grup Sinar Mas tersebut seperti apa", tandasnya. (Lastin)

Artikel Kanan
Artikel Kanan